19 Maret 2017 01:39:38
Ditulis oleh Admin

Sungai Jantung Kemakmuran Desaku

Pada zaman nenek moyang (bisa di artikan Kerajaan), sungai merupakan sarana transportasi terpenting dalam kehidupan. Pusat-pusat peradaban dan kerajaan terbesar di Dunia berada pada sumber mata air atau sungai-sungai besar disekitarnya, seperti contoh; peradaban Lembah Sungai Indus, peradaban Lembah Sungai Gangga, dll. Mindset orang terdahulu dan bahkan negara-negara maju, yakni “sungai sebagai halaman depan suatu daerah, jika sungai bersih maka dapat dikatakan bahwa daerah tersebut dijamin kebersihannya, begitu juga sebaliknya”. Berbeda dengan masyarakat saat ini, masyarakat sekarang menganggap sungai itu bak halaman belakang yang berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah. Pemikiran tersebut yang harus diganti agar sungai tidak dimanfaatkan warga sebagai tempat pembuangan sampah. Untuk menjaga kualitas air dan kebersihan sungai tersebut perlu adanya optimalisasi pelestarian sungai dengan merubah cara pandang atau mindset masyarakat bahwa Sungaiku Jantung dari Kemakmuran Desaku.

Salah satu sungai yang melewati desa sugiharjo
Air (air sungai, air tanah) merupakan sumber penting dalam kehidupan manusia dan menyokong kepada sistem kehidupan global. Manusia memerlukan air untuk menjalankan aktivitas harian seperti pertanian, perikanan, perindustrian, pengangkutan dan sebagainya. Menurut data laporan internasional yang paling baru pada kualitas air di Amerika Serikat, 45 persen aliran air, 47 persen dari danau, dan 32 persen dari teluk dan muara diklasifikasikan tercemar (kajianpustaka.com). Kebanyakan pencemaran tersebut di akibatkan dari limbah domestik dan limbah industri, akan tetapi pada saat ini limbah domestik (Rumah Tangga) yang lebih banyak mencemari limbah dari pada limbah industri, ini di karenakan semakin banyaknya penduduk dan kurang begitu mengerti tentang kepedulian air. Populasi penduduk yang semakin bertambah dan rutinitas sehari-hari yang padat telah mendatangkan banyak perubahan dalam lingkungan sekitar. Salah satunya, pencemaran lingkungan yang sudah merambah di segala aspek kehidupan (Ardhana,1994). Penulis berharap karya tulis ini mampu mengubah pola pikir masyarakat agar tidak membuang limbah apapun di sungai atau di perairan manapun.

Langkah Mengatasi Pencemaran Air
Media massa dan media elektronik berperanan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kepentingan memelihara sungai, menyadarkan dapat di lakukan dengan melalui televisi, majalah dan sebagainya untuk memberi kesadaran kepada masyarakat tentang kepentingan air dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu juga kita dapat mengatasi pencemaran lingkungan air dengan cara :
1. Menjaga kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga (limbah deterjen, limbah dapur, dll).
3. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
4. Tidak membuang sampah ke sungai.
5. Bersih-bersih kali (sungai) dari hulu sampai ke hilir rutin setiap bulan.
6. Melakukan penyaringan limbah pabrik (pabrik Industri besar maupun Industri rumah tangga) sehingga yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem. Hal ini telah diregulasi oleh pemerintah. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi pencemaran ini. namun komitmen seluruh perusahaan penyumbang limbah ini juga sangat dibutuhkan agar semua pihak dapat turut menjaga kelestarian lingkungan yang ada.
7. Sosialisasi/penyuluhan pada masyarakat akan pentingnya sungai untuk keseimbangan kehidupan (simbiosis mutualisme antara masyarakat dan sungai).
Selain itu juga, masih banyak hal yang dapat kita lakukan agar pencemaran air tidak merajalela, sehingga ketersediaan kualitas air bersih dan kebersihan sungai terjamin.

Penulis
NANANG ACHMAD SYAIFUL

Alamat :
Dusun Mawot RT. 02 RW. 04 Desa Sugiharjo Kec. Tuban


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus